Kamis, 11 April 2019

Bukan Tempelkan Koyo ke Perut, Begini Cara Cegah Mabuk Perjalanan pada Anak


Beberapa cara biasa dilakukan orangtua untuk mengatasi mabuk perjalanan yang dialami oleh anak mereka. Salah satu hal yang banyak dilakukan oleh orangtua adalah berupa menempelkan plester koyo di pusar.

Namun upaya menempelkan koyo yang dilakukan untuk mencegah mabuk darat ini dianggap tak efektif. Dokter Umum dan Kepala Unit Emergency RS Pondok Indah, Felix Samuel menyampaikan, hal tersebut keliru.

"Tempelkan plester koyo atau apa pun di pusar anak buat cegah mabuk perjalanan itu enggak ada hubungannya. Bukan begitu cara mencegahnya," ujar Felix dalam diskusi "Kasus Gawat Darurat Saat Liburan" di Royal Tulip Gunung Geulis Resor, Bogor, Jawa Barat.

Mabuk perjalanan muncul karena kondisi mata dan telinga tidak seimbang. Felix menjelaskan, cara mencegah anak mabuk perjalanan sebaiknya dengan mengajaknya mengobrol. Melihat pemandangan ke luar jendela mobil atau bus termasuk cara yang tepat.

"Biar keseimbangan tubuh tetap terjaga. Misalnya anak enggak melulu main handphone. Saat main handphone kan mata fokus ke situ, sementara tubuh (dalam hal ini telinga) merasakan sensasi gerakan. Antara mata dan telinga harus seimbang," lanjut Felix.

Jika kondisi mata dan telinga tidak seimbang, maka bisa menimbulkan mabuk perjalanan. Pusat keseimbangan ini berada di otak, perifer di mata, telinga dalam, otot dan sendi.

Selain faktor keseimbangan tubuh, mabuk perjalanan juga bisa disebabkan oleh hal lainnya, seperti misalnya stres dan cemas. Gejala mabuk perjalanan meliputi pusing, mual, muntah, lemas, dan tidak nafsu makan.

"Mabuk perjalanan bisa juga karena stres dan cemas. Seseorang bisa pusing," tandas Felix.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Blog Yera
Maira Gall