Rabu, 03 April 2019

Ketika Kecerdasan Buatan Kalahkan Tim Dota 2 Terbaik Dunia


Setelah beberapa tahun lalu kecerdasan buatan berhasil mengalahkan grandmaster catur Cina Go, kali ini kecerdasan buatan berhasil kalahkan squad esports.

Ialah OpenAI, organisasi riset AI nirlaba asal Amerika Serikat (AS) berhasil mengalahkan tim esports terbaik di dunia. Hal ini dilakukan hanya menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial intelligence, AI) yang mereka kembangkan.

Digelar di San Francisco, kompetisi yang bertajuk OpenAI Five Finals ini merupakan babak akhir perusahaan mendemonstrasikan teknologi AI besutannya.

Dalam acara tersebut, OpenAI Five berhasil mengalahkan lima gamer profesional Dota 2 terbaik di dunia saat ini, yakni tim OG.

Informasi, OG adalah tim esports pemenang kompetisi Dota 2--The International--pada tahun lalu.

Pada kompetisi OpenAI Five Finals, tim OG berhadapan dengan bot OpenAI Five dalam format best-of-three yang sudah dilatih menggunakan sistem kecerdasan buatan dan dikendalikan secara independen oleh sistem AI yang sama, sebagaimana lansir The Verge via Tekno Liputan6.com.

Lebih lanjut, sistem bot OpenAI sempat mengalami kesulitan di babak pertama. Namun, hanya dalam waktu kurang dari 20 menit, teknologi AI tersebut berhasil mengalahkan tim OG dua ronde sekaligus.

"Mereka (OpenAI Five) benar-benar hebat. Setelah terbawa gaya permainan mereka, saat itulah kamu merasa tidak akan pernah bisa menang," kata pemain OG, Johan "BigDaddy" Sundstein usai bertanding.

Informasi, OpenAI didirikan oleh tokoh teknologi kenamaan asal Amerika Serikat, Reid Hoffman dan Peter Thiel pada 2015.

Rencananya, OpenAI dibuat dengan tujuan akhir agar dapat membangun Artificial General Intelligence (AGI) yang mampu melakukan berbagai macam tugas dalam satu sistem.

Para peneliti telah menemukan tempat pengujian yang paling tepat untuk sistem tersebut di dunia nyata adalah bermain gim Dota 2.

Sistem bot Dota 2 pertama OpenAI melakukan debut yang mengesankan di turnamen The International 2017, dengan mengalahkan pemain top asal Ukraina, dan gamer pro Dota 2 "Dendi" dalam pertandingan satu lawan satu.

OpenAI kemudian menunjukkan kemampuannya dengan mengembangkan tim AI terkoordinasi lima bot.

OpenAI Five berhasil mengalahkan tim berisikan caster Dota 2. Namun kemenangan tak berlanjut di dua gim berikutnya melawan tim pro asal Brasil, yakni "paiN" dan lima gamer legenda Dota 2 asal Tiongkok.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Blog Yera
Maira Gall