Rabu, 22 Mei 2019

Cara Menghitung Kehamilan yang Berguna Bagi Ibu Muda


Bagi ibu muda yang sedang menjalani kehamilan pertama, mungkin masih banyak yan tidak tahu bagaimana cara menghitung kehamilan dan apa manfaatnya. Kali ini kita akan membahas cara menghitung keamilan dengan berbagai metode, berikut pembahasannya.

Berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)
Cara ini merupakan cara yang paling populer dan paling mudah. Jadi, hari pertama kehamilan mengacu pada hari pertama mulainya menstruasi terakhir, metode ini dikenal dengan rumus Neagele. Namun cara ini kurang efektif bagi Anda yang memiliki siklus haid yang tidak teratur.

Setelah mengetahui usia kehamilan Anda juga dapat menghitung hari perkiraan lahir. Masa kehamilan umumnya berlangsung selama 40 minggu, dengan begitu Anda bisa menghitung HPL dengan cara HPHT ditambah 40 minggu.

Jika masih bingung cara simpelnya adalah tanggal HPHT Anda ditambahkan 1 tahun, ditambahkan lagi 7 hari, kemudian kurangi 3 bulan. Misal HPHT Anda 15 Juli 2019, maka (15+7), (7-3), (2019+1) = 22, 4, 2020, jadi HPL Anda adalah 22 april 2020. 

Perhitungan ini hanya akurat jika digunakan pada ibu yang memiliki siklus haid yang teratur. Karena jika siklus haid tidak teratur maka sangat sulit untuk menentukan waktu ovulasi (pembuahan) dan masa subur. Meskipun kurang akurat untuk orang dengan siklus haid tidak teratur tetapi masih bisa dijadikan sebagai acuan penghitungan usia kehamilan.

Berdasarkan USG
Pemeriksaan ultrasonografi (USG) bisa menjadi alternatif bagi Anda yang memiliki siklus haid atau tidak mengetahui HPHT dalam menghitung usia kehamilan. hal ini disebabkan perhitungan usia kehamilan dengan menggunakan tidak didasarkan pada HPHT atau waktu pembuahan, tetapi berdasarkan fisiologis kandungan dan janin.

Pada masa awal kehamilan usia umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan USG transvaginal untuk menentukan usia kehamilan berdasarkan diameter kantung janin. Pemeriksaan ini umumnya digunakan pada trimester awal, sekitar mingu ke-6 hingga ke-12. Ketika sudah melawati minggu ke-12 umumnya dilakukan pemeriksaan USG transabdominal.

Pemeriksaan USG transabdominal tidak hanya dilakukan untuk mengetahui usia janin tetapi juga untuk melihat perkembangan janin. bahkan juka sudah memasuki trimester akhir Anda juga bisa mengetahui jenis kelamin dengan pemeriksaan USG tersebut. 

Berdasarkan Tinggi Puncak Kehamilan
Cara menghitung kehamilan metode yang terakhir adalah dengan menghitung jarak dari tulang kemaluan sampai dengan puncak rahim (fundus uteri) yang menonjol di perut. Metode ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan bantuan pita ukur dan dengan melakukan pemeriksaan perabaan (palpasi). Akurasi akan meningkat jika dilakukan oleh tenaga ahli kebidanan.

Jika usia kehamilan Anda sudah melewati minggu ke-22, Anda bisa mengukur sendiri dengan pita ukur. Jarak antara tulang kemaluan hingga ke puncak rahim yang diukur dengan satuan centimeter sama dengan jumlah minggu kehamilan. misal, jarak antara tulang kemaluan dan puncak rahim adalah 30cm, maka usia kehamilan Anda adlah 30 minggu.

Itulah beberapa cara menghitung kehamilan yang bisa menjadi pilihan Anda. Semoga pembahasan di atas bisa bermanfaat bagi Anda dan kehamilan Anda dapat berjalan dengan lancar. Infornasi menarik tentang kehamilan dan parenting dapat anda lihat di Orami Magazine dengan mengunjungi laman orami.co.id.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

© Blog Yera
Maira Gall